BASIC LABORATORY SKILLS ( PELAKSANAAN)
BASIC LABORATORY SKILLS ( PELAKSANAAN)
Dalam pembelajaran IPA sangat memerlukan kegiatan
penunjang berupa praktikum maupun eksperimen di laboratorium. Hal ini
dikarenakan metode praktikum adalah salah satu bentuk pendekatan keterampilan
proses. Bagi peserta didik diadakannya praktikum selain dapat melatih bagaimana
penggunaan alat dan bahan yang tepat, juga membantu pemahaman mereka terhadap
materi yang diajarkan di kelas. Selain itu, bagi peserta didik yang memiliki
rasa ingin tahu tinggi, maka melalui praktikum mereka dapat memperoleh jawaban
dari rasa ingin tahunya secara nyata.
Keterampilan
dasar saat saat pelaksanaan praktikum
pada saat pelaksanaan siswa telah Menggunakan
kelengkapan yang wajib dalam praktikum (seperti jas lab, masker, sarung tangan,
sepatu ket, dan sebagainya) adapun keterampilan dasar yang dikuasai siswa sebagai berikut
a) Dapat
menggunakan alat-alat dan bahan praktikum yang dilakukan
Kegiatan
yang dilakukan di laboratorium selalu menggunakan alat-alat untuk mempermudah
kegiatan tersebut. Alat adalah suatu benda yang digunakan dalam melakukan
kegiatan praktikum, eksperimen, dan penelitian. Alat-alat laboratorium memiliki
bentuk yang khas dan unik dengan fungsi yang berbeda-beda. Dan siswa
harus dapat menggunakan alat-alat yang akan digunakan pada saat praktikum
sesuai dengan topik yang akan dipraktikumkan.
b) Dapat
mensterilkan atau mengkalibrasi alat-alat dalam laboratorium
Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan
membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk kehidupan. Sterilisasi
sangat diutamakan baik alat-alat yang dipakai maupun media.
Misalnya dalam penanaman material dalam media, dimana cawan petri, ose
maupun media yang digunakan tidak steril, maka sangat tidak mungkin untuk
membedakan apakah bakteri atau jamur berhasil diisolasi tersebut berasal dari
alat atau media yang digunakan.
Contoh
sterilisasi tabung reaksi disterilkan dengan cara memanaskan
tabung reaksi diatas api bunsen selama beberapa menit
c) Dapat
mengenali jenis-jenis zat yang digunakan saat melakukan praktikum.
Zat-zat yang akan menimbulkan reaksi berbahaya atau
memicu ledakan pada saat praktikum tidak boleh dicampur atau didekatkan. Dan zat-zat
yang digunakan harus sesuai dengan prosedur praktikum yang dilaksanakan.
d) Dapat
melakukan praktikum sesuai prosedur yang ada.
Langkah-langkah yang dilakukan oleh praktikan harus
sesuai dengan yang ada pada penuntun praktikum dan tidak dibenarkan melakukan
hal-hal diluar petunjuk tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diingikan
e) Dapat
menyimpulkan hasil dari praktikum.
Setelah
melaksanakan praktikum maka siswa dapat menarik kesimpulan terhadap apa yang
dipraktikkannya
dalam pelaksanaan praktikum hal yang harus dapat dilakukan siswa adalah menggunakan alat-alatdengan baik dan benar yang merupakan salah satu jalan agar praktikum berjalan dengan baik dan siswa memperoleh keterampilan praktikumyang diharapkan. siswa Dapat menggunakan alat-alat dan bahan praktikum yang dilakukan adapun beberapa contoh nya adalah
1. sebelum menggunakan bunsen pastikan isi bunsen maksimal 3/4 bagian kemudian nyalakan dnegan menggunkan korek api kayu atau gas.
2. kemudian siapkan larutan yang akan diapanaskan kedalam tbung reaksi
itulah beberapa keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada saat melaksanakan praktikum.
dari uraian diatas yang ingin pertanyaan yang ingin saya ajukan antara lain
1. bagaimana kita menyikapi jika ternyata jika seorang guru juga tidak menguasai keterampilan dasar dalam praktikum?
2. saat praktikum kecelakaan sering terjadi pada tahap pelaksanaan. menurut saudara hal apa yang menjadi penyebab utama dalam kecekaan tersebut?
dalam pelaksanaan praktikum hal yang harus dapat dilakukan siswa adalah menggunakan alat-alatdengan baik dan benar yang merupakan salah satu jalan agar praktikum berjalan dengan baik dan siswa memperoleh keterampilan praktikumyang diharapkan. siswa Dapat menggunakan alat-alat dan bahan praktikum yang dilakukan adapun beberapa contoh nya adalah
contoh praktikum yang menggunkan pemanasan larutan
LINK VIDEO : PEMANASAN LARUTAN
adapun langkahnya secara ringkas sebagai berikut :
2. kemudian siapkan larutan yang akan diapanaskan kedalam tbung reaksi
3. isi tabung reaksi maksimal 3/4 bagian
4. pasang pada penjepit sebagai penggati tangan untuk memengang tabung pada saat melakukan reaksi.
5. panaskan dengan cara menggoyang-goyangkan tabung kekiri dan kekanan agar panas yang diterima tabung merata, dan mulut tabung reaksi diarahkan ke arah yg berlawanan dengan arah tubuh dan wajah.
5. setelah memanaskan letakkan kembali larutan ke rak dan matikan bunsen dengan menggunkan tutup. jangan ajar kan siswa untuk meniup api bunsen.
Cara menggunakan pipet tetes pada saat praktikum yakni untuk mengambil larutan dalam jumlah sedikit untuk digunakan
LINK VIDEO : CARA PENGGUNAAN PIPET TETES
adapun langkahnya secara ringkas sebagai berikut :
1. pencet kepala karet pipet tetes dan ujung kaca dimasukkan kedalam cairan yang akan diambil.
2. untuk menarik cairan kepala karet dilepas secara berlahan-lahan sehingga cairan tersedot masuk
3. untuk mengeluarkan cairan yang ada didalam pipet kepala karet ditekan dengan berlahan dan arah ujung pipet berbeda-beda tapi jika berisi larutan yang cukup b erbahaya maka ujung pipet diarahkan ke diding tabung sehingga cairan turun berlahan melalui dinding tabung
4. jika cairan relatif tidak berbahaya maka dapat dimasukkan dengan cara ujung kaca mengarah lansung ke dasar tabung.
Contoh menggunakan alat mikroskop pada saat praktikum adalah sebgai berikut
1. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai !
2. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi ‘klik’ pada revolver.
3. Aturlah cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).
4. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda!
5. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam / memfokuskan putarlah pemutar halus !
6. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik. Untuk mengatur fokus, lakukan hal yang sama dengan nomor 5.
Salah satu contoh nya adalah Cara Mengambil dan Menuangkan Bahan Padat
1) Pegang botol bahan dengan label di bawah telapak tangan.
2) Miringkan botol sehingga sedikit bahan masuk ke dalam tutup botol, kemudian keluarkan tutup botol dengan hatihati.
3) Ketuk-ketuk tutup botol dengan telunjuk atau batang pengaduk sehingga bahan pada tutup jatuh pada tempat yang diinginkan.
itulah beberapa keterampilan dasar yang harus dikuasai siswa pada saat melaksanakan praktikum.
dari uraian diatas yang ingin pertanyaan yang ingin saya ajukan antara lain
1. bagaimana kita menyikapi jika ternyata jika seorang guru juga tidak menguasai keterampilan dasar dalam praktikum?
2. saat praktikum kecelakaan sering terjadi pada tahap pelaksanaan. menurut saudara hal apa yang menjadi penyebab utama dalam kecekaan tersebut?
3. sangat banyak alat dan bahan yang terdapat di lab. apakah siswa harus menghapal semua fungsi serta kegunaan alat dan bahan tersebut agar bisa melakukan praktikum yang baik?
all images source by google
all images source by google


















menanggapi pertanyaan no 1, menurut saya guru yang belum menguasai keteramipilan dasar pratikum perlu diberikan pelatihan sebelum guru tersebut mengajar, sehingga saat melaksanakan pratikum guru diharapkan sudah menguasai keterampilan dasar pratikum, dan guru juga diharapkan mempelajari apa yang akan dipratikumkan sebelum memandu siswa dalam pelaksaan pratikum..
BalasHapusTerimakasih atas ulasannya.. Menanggapi pertanyaan kedua saat praktikum kecelakaan sering terjadi pada tahap pelaksanaan. menurut saudara hal apa yang menjadi penyebab utama dalam kecekaan tersebut? Seperti yg sudah pernah dibahas sebelumnya, kecelakaan terjadi karena kurang menguasai tahap langkah dan cara yg benar melakukan praktikum. Selain itu karena kelalaian yang dilakukan sehingga berakibat pada kecelakaan praktikum. Tidak menajalankan prosedur yg tertera d sop juga menjadi salah satu penyebabnya. Terimakasih
BalasHapusMenanggapi pertanyaan nomor 3. Menurut saya siswa tidak perlu menghapalkan semuanya, hanya sebagian saja yang sering digunakan. Selain itu, setiap alat dan bahan semestinya diberi keterangan yang jelas, sehingga efektif digunakan dan tidak membahayakan siapapun. Terima kasih,.
BalasHapusAssalmualaikum..
BalasHapusSaya menanggapi no 2.
saat praktikum kecelakaan sering terjadi pada tahap pelaksanaan. menurut saudara hal apa yang menjadi penyebab utama dalam kecekaan tersebut?
Kecelakaan terjadi karena kurang nya ketelitian dan tidak melakukan pratikum sesuai dengan prosedur yg telah ditetapkan.setiap yg akan dilkukan dalam labor sudah ada SOP nya dan sebelum pratikum ada tahap persiapan. Bisa jadi pada tahap persiapan kurang memahami apa yg telah di jelaskan.
Terima kasih
Menurut pendapat saya untuk mengurangi kecelakaan kerja praktikan diberikan materi untuk keterampilan dasar dalam melakukan praktikum dan dibimbing oleh laboran dan guru mata pelajaran
BalasHapus
BalasHapusMenanggapi soal no 2.
Salah satu penyebabnya bisa karena kurangnya keterampilan dasar (pada tahap pelaksanaan) yang dimiliki oleh praktikan.
Menanggapi pertanyaan ke 2 yaitu saat praktikum kecelakaan sering terjadi pada tahap pelaksanaan. menurut saudara hal apa yang menjadi penyebab utama dalam kecekaan tersebut?
BalasHapusKecelakaan dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu manusia, bahan kimia dan peralatan. Dilihat dari faktor manusia, kecelakaan dapat dihindari dengan cara bekerja secara hati-hati dan disiplin mengikuti peraturan yang umum ditetapkan di laboratorium. Untuk itu sebaiknya di dalam laboraorium sebaikya dapat berhati-hati dan berpedoman terhadap SOP Laboratorium tersebut.
Salam
Agung Laksono
saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3. sangat banyak alat dan bahan yang terdapat di lab. apakah siswa harus menghapal semua fungsi serta kegunaan alat dan bahan tersebut agar bisa melakukan praktikum yang baik?
BalasHapusMenurut saya tidak harus siswa menghapal smua fungsi dan kegunaan alat, hanya saja siswa perlu tahu fungsi dan kegunaan alat yang akan dipratikumkan, untuk memudahkan proses pelaksanaan pratikum, biasanya juga pada saat pelaksanaan pratikum akan ada pengenalan alat terlebih dahulu.terimakasih ^_^
saat praktikum kecelakaan sering terjadi pada tahap pelaksanaan. menurut saudara hal apa yang menjadi penyebab utama dalam kecekaan tersebut?
BalasHapusBeberapa penyebab terjadinya kecelakaan pada saat praktikum diantaranya :
Kurang nya pengawasan dari pihak laboran, kurang hati-hati dalam melaksanakan praktikum, tidak teepenuhi nya SOP laboratorium. Dan lain sebagainya.
2. saat praktikum kecelakaan sering terjadi pada tahap pelaksanaan. menurut saudara hal apa yang menjadi penyebab utama dalam kecekaan tersebut?
BalasHapushal ini telah kita bahas pada pembahasan sebelumnya, untuk terhindar dari kecelakaan pada saat praktikum hendaknya kita harus mengikuti prosedur sop yang telah kita buat itu semua untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi pada saat praktikum.
menanggapi pertanyaan no 2.
BalasHapusPada saat praktikum kecelakaan sering terjadi pada tahap pelaksanaan. Menurut saya ssebgai penyebab utama terjadinya kecelakaan tersebut yaitu kurang hati-hatinya pihak-pihak yang melaksanakan praktikum, tidak disiplin mengikuti prosedur SOP, kurangnya pengawasan dari guru/pihak laboran, dan kecelakaaan dapat terjadi karena pihak praktikan belum ataupun tidak menguasi setiap tahapan atau prosedur pada pelaksanaan praktikum sehingga lalai melakukan praktikum.
3. sangat banyak alat dan bahan yang terdapat di lab. apakah siswa harus menghapal semua fungsi serta kegunaan alat dan bahan tersebut agar bisa melakukan praktikum yang baik?
BalasHapusMenurut saya idealnya iya, sebaiknya siswa tahu nama dan kegunaan alat dan bahan yang ada di labor. dengan demikian siswa akan lebih mudah dalam melakukan kegiatan praktikum, dengan mengetahui fungsi alat dan bahan diharapkan dapat menghindari kecelakaan dan terhindar dari alat dan bahan yang bisa membahayakan pada saat praktikum. terima kasih.
menanggapi pertanyaan no.3 mengenai "sangat banyak alat dan bahan yang terdapat di lab. apakah siswa harus menghapal semua fungsi serta kegunaan alat dan bahan tersebut agar bisa melakukan praktikum yang baik?"
BalasHapus-menurut saya, siswa tidak harus menghapal semua alat dan bahan yang ada di labor. di labor pun biasanya alat dan bahan disimpan sesuai jenis dan setiap bahan yang ada di labor pun juga diberi label. siswa cukup mengetahui alat dan bahan yang dipakai serta fungsinya ketika praktikum yang akan berlangsung, biasanya baik pada LKS maupun penjelasan guru dijelaskan alat dan bahan apa yang digunakan dan kegunaan dari alat dan bahan tsb. dengan begini siswa akan bisa mengingat sendiri alat dan bahan yang digunakan dan fungsinya. jika siswa sering melakukan praktikum, sedikit banyaknya siswa pasti dapat mengingat sendiri alat dan bahan yang ada di labor serta fungsi dari alat dan bahan tsb.
terima kasih.
Assalamualaikum, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomr 1 dan 2.
BalasHapus1. Sebaiknya guru tersebut tidak dimasukkan ke dalam struktur organisasi lab.
2. Kecelakaan terjadi karena ada yang salah. kesiapan yang baik berguna meminimalisir kesalahan di lapangan. Namun juga tidak bisa memastikan untuk tidak terjadinya kecelakaan.
Jadi, tidak ada yang bisa memastikan terjadi tidaknya kecelakaan, namun persiapan yang baik hanya mampu meminimalisir kesalahan.
Assalamualaikum
BalasHapusmenanggapi pertanyaan no 2, yang menjadi penyebab sering terjadinya kecelakaan adalah kekurang hati-hatian dalam proses penelitia. Mislanya bekerja tanpa perintah pembimbing, atau bekerja tidak mengikuti aturan yang sudah diberikan oleh guru ataupun laboran.
menanggapi pertanyaan No 3 sangat banyak alat dan bahan yang terdapat di lab. apakah siswa harus menghapal semua fungsi serta kegunaan alat dan bahan tersebut agar bisa melakukan praktikum yang baik?
BalasHapuskalau menurut saya memang siswa dituntut untuk mengetahui/ menghapal semua alat yang ada dilabor, namun mengingat kapasitas Diri peserta didik yang terbatas, sebaiknya kita selaku seorang guru harus bisa mmebimbing peserta didik secara perlahan bisa menghapal akan tetapi sebaiknya peserta didik menghapal sesuai dengan praktikum yang akan dilakukan pada saat itu.....
Menanggapi pertanyaan no 3 tentang sangat banyak alat dan bahan yang terdapat di lab. apakah siswa harus menghapal semua fungsi serta kegunaan alat dan bahan tersebut agar bisa melakukan praktikum yang baik? Menurut saya siswa hendaknya menghapal dan memahami tentang alat dan bahan yang benar-benar digunakan dalam praktikum namun tidak melupakan alat dan bahan lain yang mungkin saja nanti kedepannya akan digunakan oleh siswa dalam praktikum. Jadi siswa tidak menghapal semua alat dan bahan praktikum dalam satu tingkatan kelas saja.
BalasHapusbagaimana kita menyikapi jika ternyata jika seorang guru juga tidak menguasai keterampilan dasar dalam praktikum? menjawab pertanyaan nomor satu maka di buatkan pelatihan khusus untuk guru tersebut agar praktikum yang akan dilakukan berjalan dengan baik
BalasHapusSaya akan menanggapi nomor 2, yang menjadi penyebab utama yaitu pratikan yang tidak memiliki keterampilan dasar misalnya tidak mengetahui macam-macam zat berbahaya sehingga sembarangan menggunakan, tidak memakai pelindung ( sarung tangan, baju lab, dll), tidak tahu cara menggunakan alat, melakukan percobaan tidak sesuai penuntun.
BalasHapusUlasan yang sangat menarik...saya mencoba menjawab soal no.2...menurut saya hal yang menjadi penyebab utama dalam kecekaan pada saat praktikum di laboratorium adalah 1.Kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bahan kimia dan proses-proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan
BalasHapus2. Kurangnya kejelasan petunjuk kegiatan labolatorium dan juga kurangnya pengawasan yang dilakukan selama melakukan kegiatan labolatorium.
3. Kurangnya bimbingan terhadap siswa atau mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan labolatorium.
4. Kurangnya atau tidak tersedianya perlengkapan keamanan dan perlengkapan perlindungan kegiatan labolatorium.
5. Kurang atau tidak mengikuti petunjuk atau aturan-aturan yang semestinya harus ditaati.
6. Tidak menggunakan perlengkapan pelindung yang seharusnya digunakan atau menggunakan peralatan atau bahan yang tidak sesuai.
7. Tidak bersikap hati-hati di dalam melakukan kegiatan.
Menanggapi pertanyaan no.2 saat praktikum kecelakaan sering terjadi pada tahap pelaksanaan. menurut saudara hal apa yang menjadi penyebab utama dalam kecekaan tersebut?
BalasHapusMenurut saya kecelakaan yang sering terjadi pada saat praktikum disebabkan karena belum memiliki keterampilan dasar dalam praktikum seperti :
1. fungsi dari penggunaan jas lab, sarung tangan dll
2. macam-macam alat dalam laboratorium beserta fungsinya
3. Mengetahui zat-zat kuat yang dapat membahayakan tubuh
4. Menguasai konsep/ teori dasar mengenai praktikum
5. Mengetahui prosedur yang akan dilakukan dalam prktikum
sangat banyak alat dan bahan yang terdapat di lab. apakah siswa harus menghapal semua fungsi serta kegunaan alat dan bahan tersebut agar bisa melakukan praktikum yang baik?
BalasHapusjika siswa harus menghafal semua fungsi alat mungkin terlalu rumit, namun jika diberi pemahamn per praktikum sangat lah efektif, artinya pengenalan alat bahan dan fungsi lebih efektif dilakukan bertahap
menanggapi pertanyaan nomor 2, saat praktikum kecelakaan sering terjadi pada tahap pelaksanaan. hal apa yang menjadi penyebab utama dalam kecekaan tersebut?
BalasHapus1. kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bahan kimia dan proses-proses serta perlengkapan atau peralatan yang digunakan dalam melakukan kegiatan.
2. kurang atau tidak tersedianya perlengkapan keamanan dan perlengkapan perlindungan kegiatan laboratorium.
3. Tidak bersikap hati-hati di dalam melakukan kegiatan.
Assalamualaikum, saya menanggapi pertanyaan nomor satu, menurut saya apabila guru tidak memiliki keterampilan dasar guru tersebut bisa ikut pelatihan sehingga mengusai keterampilan dasar, tetapi disaat penggunakan lab apabila guru belum mengusai keterampilan dasar bisa diberi pelatihan sebelum mengunakan lab. sehingga guru cakap dalam menggunakan laboraturium.
BalasHapus3. sangat banyak alat dan bahan yang terdapat di lab. apakah siswa harus menghapal semua fungsi serta kegunaan alat dan bahan tersebut agar bisa melakukan praktikum yang baik?
BalasHapusmenurut saya, siswa tidak harus menghapal semua fungsi dan kegunaan alat.
sebaiknya dari pihak laboratorium memberi label nama alat, fungsi dan prosedur pemakaian untuk alat-alat.
Saya akan menjawab pertanyaan no 1 yaitu bagaimana kita menyikapi jika ternyata jika seorang guru juga tidak menguasai keterampilan dasar dalam praktikum? Banyak faktor yang mempengaruhi keterampilan dasar dalam laboratorium salah satunya keadaan sekolah yang memang tidak menunjang dalam segi sarana dan prasarana dan mungkin juga sosialisasi pembekalan ataupun pelatihan laboratorium yang tidak ada, sebagai seorang guru sudah seharusnya lebih kreatif untuk menambah pengetahuan mengenai keterampilan dasar tersebut
BalasHapusMenyikapi pertanyaan no 2?
BalasHapusdisebabkan karena belum memiliki keterampilan dasa atau skiil dalam praktikum dan serta juga kelalaian dalam pratikum
menanggapi soal nomor 1....menurut saya jika seorang guru juga tidak menguasai keterampilan dasar dalam praktikum maka sebaiknya guru tersebut memiliki buku panduan atau video dalam persiapan, pelaksanaan dan pascapraktikum sehingga praktikum yang dilakukan tidak menyimpang dari yang akan dilakukan selanjutnya sekolah atau guru tersebut proaktif untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tentang keterampilan dasar dalam praktikum
BalasHapus